Showing posts with label Gowes. Show all posts
Showing posts with label Gowes. Show all posts

Monday, February 9, 2009

New Jersey

"simpatiZone, Registrasi Rp. 50.000 dapet jersey, botol minum dan snack plus kupon doorprize.". Banyak yang bilang jerseynya kualitas seharga 90.000-an, tapi tetep aja, namanya lagi bokek ya mending gak ikut deh. Ikhlas aja, sapa tau ada event serupa lain kali.

Tapi siapa sangka ada sms dari om Domar yang isinya 

Domar (D) : "dit, lu mau jadi marshal buat acara simpatiZone besok gak ? timut & ranger dipercaya ngawal funbikenya nih"

Gw (G) : "dapet apaan om ? (ngarep dapet jersey gratisan... xixixixi)"

D : "palingan jersey, snack"

G : "siyap, i'm in" 

D : "ok, minggu besok ngumpul di paspram jam 4.40 yah"

G : (dalem hati) "set dah, mo dapet jersey gratisan aja harus bangun pagi dulu"

Ikhlas ikhlas, wong dapet gratis aja udah sukur :D 

G : "86 om"

(.rak)

Tuesday, December 9, 2008

Gw gemuk-an lho

Barusan maen ke kantor lama, tujuannya mo ambil surat pengalaman kerja. Eh sesampenya disono malah jadi ajang reunian. Ngobrol sama kang Dendy, Tuluys maniezz, mba Rahma, kang Amung baek, kang Ekak dll.

Tapi yg bikin rada surprize bin ge-er, mereka bilang "Lu keliatan lebih tegap & ber-isi Ken, tapi masih gepeng sih..." kekekek, gw lebih tegap yah ? mungkin karena sering B2W kali yah.

Sering2 B2W akh, biar makin sterek. hihihi (.rak)

Sunday, November 30, 2008

SMMA: Kaum Terpilih (part_2)

Peserta yang menghadiri acara bebersih muara angke sebagian berasal dari kalangan pelajar dan beberapa masyarakat umum. Ada yang dari SMP, SMA, ibu rumah tangga, kelompok pecinta lingkungan, artis, petugas kebersihan. Mulai dari yang berpakaian casual, sport, seragam olahraga sekolah sampai yang berpakaian layaknya kalo mau ke Mall. Jadi penasaran, apa mungkin cewe cewe seksi ini bakalan mau nyemplung berlumpur lumpuran ?
 
Panitia menyebut para peserta sebagai Kaum Terpilih. Sebenarnya itu sindiran untuk warga sekitar SMMA (baca: penghuni Pantai Indah Kapuk), secara SMMA berada dilokasi mereka, tapi saat acara bersih bersih kayak gini gak ada satupun perwakilan dari PIK yang hadir. Akh, mereka sih mending bayar orang daripada repot repot mungutin sampah.
 
Seperti dijelaskan panitia, acara berbersih ini bertujuan membersihkan sampah sampah yang masuk ke kawasan suaka margasatwa. Normalnya sampah yang terbawa kali angke tidak akan masuk ke ke SMMA melainkan langsung melipir ke permadani sampah. Ini karena di sekeliling SMMA sudah dipasangi jaring penghalang sampah yang lebih tinggi dari permukaan air. Tapi terkadang jika air pasang sedang tinggi, maka jaring akan berada dibawah permukaan air dan sampah akan masuk juga ke kawasan ini. Kawasan ini dijaga tetap bersih agar hutan mangrove dapat tumbuh dengan subur, karena hutan mangrove merupakan salah satu paru paru Jakarta. Kebayang dong kalo paru paru lu ilang, napas lu pasti empot empotan kayak lagi gowes nanjak flyover kawasan pulogadung :D
 
Btw gtw, gw dapet fakta yang cukup melegakan, ternyata sampah yang berada di-permadani sampah merupakan kewajiban dinas kebersihan DKI Jakarta. Haaah untung lah, gak kebayang kalo harus kedaerah itu, kalo misalkan lagi bebersih di permadani sampah trus nemuin potongan mutilasi gimana... hiiiii seyeem.
 
Back to topic, peserta dibagi menjadi 6 tim, dengan tiap tiap tim berada disatu pos tertentu yaitu: gerbang, pusat informasi, plaza, menara pantau, rumah burung dan air dalam. Gw memilih tim yang berada di pos plaza karena daerah itu kedalaman airnya sedeng sedeng aja antara 50 cm s.d 1 meter. Kalo di pos air dalam, kedalamannya bisa sampai 2 meter boo. Tapi akhirnya gw nyesel gak milih tim air dalem, soalnya awalnya gw kira mungutin sampahnya sambil berenang gitu. Ternyata enggak, mereka bersihin sampah dari atas perahu karet dan pake garukan sampah yang gagangnya panjang (kayak punyanya patkai monkey king).
 
Tiap tiap tim terdiri atas beberapa fungsi yaitu: pembersih, pemilah dan pengumpul. Permbersih bertugas nyebur ke air dan mengumpulkan semua sampah, baik yang ngambang maupun yang tersangkut di dasar lumpur. Pemilah bertugas meniriskan dan memilah sampah berdasarkan kelompoknya yaitu sampah organik, sampah plastik, sampah logam, sampah beling /kaca dan sampah kertas. Sedangkan pengumpul berfungsi membawa gerobak sampah dari lokasi pemilah ke truk sampah yang sudah stand by di depan gerbang.
 
Begitu penjelasan dari panita selesai, peserta langsung ke pos-nya masing masing. Setelah nitip hp, kamdig dan barang penting laennya ke panitia, gw langsung nyebur, brrr aernya dingin tapi gak bau dan gak asin, kedalaman sekitar 50 cm dengan lumpur yang lumayan tebel. Awalnya gw pake sendal, takut takut kaki kena beling or benda tajem, tapi kok malah susah melangkah. Akhirnya gw lepas tuh sendal. Operasi semut pun dimulai, dengan modal karung plastik ditangan kiri, setiap plastik, botol, stereofoam, dan sampah lainnya yang terlihat langsung digiring masuk ke karung.
 
Perasaan saat itu gimana yah? seru karena basah basahan, takut dan tegang saat melangkah karena kita gak tau pijakan kita tuh lumpur yang bisa dipijak atau lumpur lembut yang ternyata dasarnya dalam, seneng karena tiada waktu tanpa becanda dan ketawa, baik ngetawain diri sendiri maupun ngetawain orang lain yang tiba tiba kesandung trus nyungsep ke air+lumpur.
 
Setelah sekitar 45 menit berlumpur lumpur ria, gw pun berganti peran. Kali ini jadi pengumpul. Disini baru gw bisa liat kegiatan tim lainnya. Ternyata cewe cewe seksi tadi bergabung di pos pusat informasi. Gile, cewe caem binti imut imut pake kaos ketat, celana jeans ketat diatas lutut nyemplung basah basahan. Wah pemandangan yang gak boleh terlewatkan nih :D. Gak cuman cewe seksi aja, di pos menara pantau ada artis ibukota, Krisna Mukti, yang gak sungkan berjibaku dengan lumpur. Salut om, tapi bersih bersih emang kerjaannya Krisna Mukti, tapi biasanya bersihin piring pake Sunlight sekarang bersihin hutan pake garukan sampah :)
 
Sampah yang sudah dipilah dibawa ke truk. Sebelum diangkut ke truk, sampah ini ditimbang dulu untuk mengetahui berapa sih total ton sampah yang berhasil dikumpulkan hari ini.
 
bersambung...
 
(.rak)
 
 
Next :
"...sebanyak 564Kg sampah plastik dan 82Kg sampah non plastik berhasil dipungut hanya dalam waktu kurang dari satu jam..."
"pendapat pribadi: kalo bersihinnya aja capek kayak gini, mending menjegah aja deh."




NOTICE - This message and any attached files may contain information that is confidential, legally privileged or proprietary. It is intended only for use by the intended recipient. If you are not the intended recipient or the person responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised that you have received this message in error. Any dissemination, copying, use or re-transmission of this message or attachment, or the disclosure of any information therein, is strictly forbidden. BlueScope Steel Limited does not represent or guarantee that this message or attachment is free of errors, virus or interference.

If you have received this message in error please notify the sender immediately and delete the message. Any views expressed in this email are not necessarily the views of BlueScope Steel Limited.

ke Cibitung

Hore, akhirnya bisa juga sepedaan ke cibitung, biasanya cuman rute priok - cawang. Tadinya mo berangkat bareng sama oom wido ketemuan di kalimalang, tapi setalah diitung itung kok cepetan dari pulogadung yah (sorry yah oom wido :D).

Keluar rumah jam 4.40 (perkiraan 3 jam sampe ke cibitung), priok - bekasi gak jauh beda sama priok - cawang, paling yg beda jenis kendaraannya. Kalo di priok - cawang banyaknya kendaraan kecil dan sesekali bis, tapi kalo priok bekasi banyaknya bis bis gede (angkutan karyawan), dijamin asep knalpot dimana mana. Nah mulai dari terminal sampe cibitung uampun dah muacet-nya, di terminal bekasi ada pasar tumpah (tapi lumayan buat ngaso bentar, pan jalannya jadi pelan pelan). Selepas terminal, bis ngetem dimana mana, ditambun lah, di setelah tambun lah, di setelah setelahnya tambuh lah, pokoknya dimana mana ngetem sembarangan semua.

Alhamdulilllah sampe di depan kantor jam tepat jam 6.50 (cuman 2 jam 10 menit, dengan speed mode slow but sure). Sampe d kantor mampir dulu ke warteng beli kreat*ngd*eng sebotol, nasi setengah, telor asin, sayur sop dan sebiji timun buat mamanjakan ternak cacing.

Kalo bis ada yang AKAP, B2W juga bisa :D

(.rak)

Sunday, November 23, 2008

Syndrome Go Green With Bicycle

Belakangan ini, gaya hidup bersepeda mulai menjadi trend, at least itulah yang gw rasakan. Dimana mana terdengar berbagai slogan tentang bersepeda seperti "bersepeda selamatkan bumi tercinta", "dengan sepeda mengurangi polusi udara", "act green by use bicycle" , "bersepeda hanya butuh kemauan" dan berbagai slogan lainnya. Akibatnya, makin banyak event event bersepeda yang diadakan, terutama yang gw rasakan sendiri di Jakarta.

Kebetulan juga beberapa orang Indonesia hobby menirukan apa yang lagi happening tanpa tau bener dalemannya. Ambil contoh hape baru, begitu keluar hape seri terbaru, orang yang kebetulan punya duit lebih langsung laper mata pengen beli seri keluaran terbaru itu padahal belon tentu ngeh sama semua feature-nya.

Kita akan ngebahas masalah hape dilaen waktu, sekarang gw pengen ngebahas tentang ikut-ikutan bersepeda yang gw sebut Syndrome Go Green With Bicycle.

Dua minggu lalu (22 Nopember 2008) gw mengikuti acara funbike dengan tema Birukan Langit Kita dengan Bersepeda. Acara yang difasilitasi oleh salah satu sekolah International didaerah Kemayoran ini diikuti oleh peserta yang kebanyakan berasal dunia pendidikan mulai dari murid murid TK s.d SMU, Guru, pengurus sekolah dan juga beberapa masyarakat umum sangat antusias mengikuti acara ini, apalagi dapet kaos, snack, pin, topi, voucher perdana dan souvenir lainnya. Hmm kayaknya kalo event kayak gini diperbanyak bisa bikin orang pengen naek sepeda nih (minimal pas funbike lah), dan yang udah kepikiran di otak gw adalah, "bersepeda pake baju seragaman dengan jumlah hampir 800-an, wah bisa jadi campaign yang menarik nih".

Tapi kenyataan berkata lain. Ternyata, peserta dan panitia termasuk golongan orang yang ikut ikutan trend. Terutama masalah kebersihan lingkungan. Mosok iya kegiatan bersepeda yang katanya demi langit tercinta tapi dibarengin dengan menebar sampah sembarangan di jalan yang dilalui buat funbike ?

Kejadiannya begini, begitu sampai dipos 1 (yang sudah menempuh setengah rute perjalanan), panitia membagikan air kemasan kepada peserta yang lewat. Napas lagi asik asiknya naek turun dan lobang idung lagi joged kembang kempis, trus dikasih aer dingin nan seger ! siapa yang nolak dong. Tapi kok ya sisa kemasannya (baca: sampah-nya) maen dilempar sembarangan, masih mending kalo maen gundu or maen galasin, ups gak nyambung. Maksudnya tolong sampahnya jangan dibuang sembarangan ke pinggir jalan dong! Parahnya, panitia gak ada yang bertugas sebagai pasukan semut (itu lho yang suka bersihin/mungutin sampah). Padahal panitia pembagi air minum jaraknya cuman 5 meter dari sampah sisa sisa kemasan air minum tersebut dan jumlah mereka lumayan banyak.

Haduh, miris hati-ku, langit biru tanah menangis. Kutunggu semenit, dua menit, lima menit, masih gak ada juga panitia yang ngeh sama sampah yang berserakan. Yo wis lah, akhirnya gw balik ke rombongan panitia yang lagi bagiin minum trus gw minta satu kardus kosong. Maksud hati datang sebagai peserta dan menikmati sensasi bersepeda rame rame, apa daya, akhirnya harus ganti peran menjadi tukang pungut gelas aqua. Dan tau gak, sampai peserta terakhir lewat, panitia langsung naek ke mobil dan cabut gitu aja. OMG, cape dehh. Tapi ternyata masih ada panitia yang terketuk hatinya, kira kira 100 meter setelah mobil panitia melewati gw (yang lagi bungkuk bungkuk ngambilin sampah pake topi, soalnya kerdus-nya dah penuh), tuh mobil berhenti dan keluar seorang cowok yang mendekati gw lalu bilang "Udah mas sini saya aja (sambil ngambil kerdus yang udah penuh yg gw taroh dibawah lampu jalan)". Lalu panitia cowok itu pun melanjutkan aksi pungut pungutnya.

"Ok, kayaknya mereka udah sadar nih, siap siap lanjutin gowes ah". Eh ternyata begitu si cowok tadi sejajar sama mobil panitia, dia langsung naek ke mobil. Padahal sampah didepan-nya masih banyak. Olalala, ini sekolahan apa sih? katanya international, katanya unggulan, katanya berprestasi, katanya gurunya berkualitas, ternyata cuma katanya. Lanjut deh jadi pemulung.

Udah basah, kenapa gak nyebur sekalian. Selesai tugas di POS 1, gw langsung ngebut ke POS 2. Soalnya gw yakin kejadian sampah di POS 1 bakal terulang lagi di POS 2. Tapi dugaan gw gak seratus persen bener, di POS 2 panitia sudah siap mengantisipasi kejadian di POS 1 dengan menempatkan beberapa orang sebagai tim pembersih. Tapi pesertanya teteup aja gak paham alias masih buang sampah sembarangan.

Berhubung hati udah gak mood lagi, gw mutusin mengakhiri funbike kali ini. Setelah POS 2 terlihat bersih, gw muter balik ke rumah dan tidak meneruskan acara.

Hmmm, funbike yang aneh. (.rak)

Thursday, October 23, 2008

Oh nasi bebek

Sore itu, udara dan semburan asap knalpot didepan Toyota sunter menjadi saksi riangnya suara napas dan badan yang penuh keringat akibat gowes dari Cawang. Selepas Toyota, opera perut memulai konsernya. "Hmmm, jam 18.50 emang udah waktunya makan malem nih". Tapi dirumah juga gak ada makanan, maklum lagi ngebujang. Yo wis dipikirin nanti aja, paling nasi goreng lagi kayak kemaren kemaren.

Tanpa terasa, sambil mikirin mau makan apa, pertigaan kodim sudah kelewat. Saat itu juga seperti ada bel yang berdering di otak gw, "didepan astra kan ada nasi bebek, murah, uenak, banyak". Manuver ciamik untuk memutar tunggangan pun dilakukan, ciaaatt, dengan satu gerakan kilat tunggangan sudah berbalik arah. Dengan semangat kayak bebek, langsung genjot menuju tkp untuk menikmati lezatnya target operasi.

Tapi Tuhan berkehendak lain, dari kejauhan kok gak terlihat keremangan gerobak penjual nasi bebek didepan astra. Hatiku mulai ragu, "jangan jangan sang penjual juga udah resign ?". Oh noooo, ternyata dugaanku benar, sang penjual gak ada di tkp, padahal hasrat membantai bebek sudah diubun ubun.

Yo wis lah kalo gitu, malem ini nasi goreng lagi deh.

Perjalanan pulang pun dilanjutkan, tadinya mau pulang lewat gang bolong, tapi kayaknya lebih asik lewat Daihatsu deh, siapa tau nemuin marchindise unik dari para pkl sepanjang pabrik situ. Dan keajaiban pun terjadi dipertigaan Daihatsu, gw bagai menerima durian longsor, mata gw begitu terpana melihat siluet gerobak warna biru tua diseberang jalan, dengan nyala lilin yang remang-remang sebagai satu satunya penerangan gerobak tersebut yang mangkal disudut gerbang pabrik yang tertutup. ITUKAN GEROBAK PENJUAL NASI BEBEK.... Dengan santai dan hati berbunga-bunga gw menyebrang jalan, setelah memarkirkan the-red-silver, dilanjutkan dengan ritual jual-beli pada umumnya, "Satu bang... sambel dibanyakin", "Dibungkus ? ", " Enggak, makan sini aja..."... Allahuma Bariklana Fima Rozaktana Wakina Azabannar (selanjutnya silahkan bayangkan sendiri)


Haaaahhhh.... kenyangg, target operasi selanjutnya Heroes...

He he he, makan nasi bebek aja didramatisir...
I love nasi bebek

Monday, October 13, 2008

It's start today Oct, 13

Udah 2 bulan ini gw ikutan milis b2w walaupun belon gowes ke kantor. Tapi sejak ngikutin dan ngebaca threads dimilis, semangat untuk gowes semakin tinggi apalagi setelah tau ada 1PDN, ada NR di mojokerto, HBKB yang tiap minggu, share pengalaman first b2w, mudik k yogya pake speda dan share laennya. Sebenernya dari jaman SMA dulu emang udah pengen b2w apalagi sahabat gw adalah adiknya Iwan Sunter, secara Iwan Sunter kan satu-satunya orang Indonesia yg pernah maraton mendaki gunung di jawa-sumbawa pake sepeda (setau gw lho) dan dia adventurer sejati. Doktrin2 petualangan banyak didapet dari beliau, tapi waktu itu jalur yg gw pilih bukan b2w tapi pecinta alam khususnya jelajah gunung dan pulau.

Tapi karena kerja, maka naik gunungnya paling maksimal setaon cuma 4 kali. Akhirnya untuk penyaluran hobi gw ngerambah ke b2w, hunting speda pun dilakukan dan walaupun bukan merek keren, terpilihlah spedah Evergreen warna merah-silver sebagai teman gowes. Belinya di toko sepeda sekitaran pasar rumput :D, harganya pun gak terlalu mahal, 1jt dengan shock depan belakang, 21 speed dan dapet helm Wimcycle dari penjualnya (lho kok ???).

Oh iya gw, ngambil rute Priok - Cawang, dari situ lanjut naek alat transportasi berbahan bakar fosil yang disediakan kantor (singkatnya bis jemputan) ke MM2100. Awalnya ragu juga saat pertama kali b2w, takut telat ditinggal jemputan yg cabut jam 7 teng. Karena itu, sabtunya dilakukan tes waktu tempuh, ternyata priok - cawang berhasil dibabat dalam waktu 45menit.

Oke, Senen pun tiba, tekad untuk ber-b2w sudah diubun ubun apapun kan kuhadapi, cieeeee. Start dari royong pukul 5.50, pake kaos lengan panjang sisa jaman sma dulu dengan tulisan di punggung PRAMUKA SMUN 13, celana pendek, dan sendal putih boleh ngembat dari hotel, gak lupa helm, kacamata gaya, plus ipod (narcisss abis :D ). Kondisi pagi itu masih kondusif dengan sedikit asep dari bis bis, walaupun sedikit becek, maklum semalem ujan deres.

Godaan pertama dateng didepan mall artha gading, masih newbie udah dihadepin sama fly over (ups setelah diinget2, dari priok k cawang ada 4 plai oper yah ? d dpn mall artha gading, p4an cocacola, p4an pemuda trus di jatinegara... hiks hiks hiks). Setelah dilewatin dengan sedikit ngos-ngosan ternyata naek plai oper gak sesulit yang diduga, apalagi turunannya (sueneng bangeeed). Tapi untuk plai oper cocacola dan pemuda, saya milih lewat bawah saja biar hemat energi :D. Mulai di rawasari, jalanan mulai ramai, dan asep polusi pun mulai menyerang. Sambil berkhayal, "kapan yah semua teman2 di jalanan ini akan beralih ke spedah ??? hmmmm ngimpi kaleee". Perjalanan berhasil ditempuh dalam waktu 50 menit, tapi blon ketemu om2/tante2 b2w lainnya.

Satu hal yang cukup membuat sesek, yaitu asep asep knalpot, maklum saya gak pake masker. Oh iye ada yg tau gak berapa jarak priok - cawang ? trus lagi cari masker juga nih.

Sesampainya dicawang langsung cari tempat parkir + bebersih badan + salin baju deh. Dan bener kata om2/tante2 di milis B2W, BERSEPEDA HANYA BUTUH KEMAUAN. Dan menurut saya : Niat untuk bersepeda jangan terlalu muluk kayak bersepeda untuk bumi tercinta dsb. Tapi lakukan untuk dirimu sendiri dahulu. Dari situ dengan sendirinya kita akan mencintai bersepeda sekaligus menjaga alam.

Salam berjuta sepeda